HOME  > SEPUTAR HAJI dan UMRAH

 
 

SEPUTAR HAJI dan UMRAH

 

Manasik Haji Plus Armina di Grand Sae Kerten

 

 

 

 

Jamaah Umroh Mei 2016

 

 

 

PAMITAN HAJI BU HAMI DAN

PAK HANANTO

 

 

 

 

 

HAJI 2014 - TOUR JABAL MAGNET

 

 

 


HAJI 2014 - DI DEPAN MAKAM

 

SYUHADA UHUD

 

 

 

 

 

 

KEBERANGKATAN ROMBONGAN HAJI

2014 - DI BANDARA ADISUMARMO

 

 

 

 

 

 

 

SUASANA MELEMPAR JUMRAH

HAJI PLUS ARMINA 2014

 

 

 

 

 

 

 

HAJI 2014 - DI HOTEL DAR EL AIMAN

DEPAN MASJIDIL HARAM

 

 

 

 

 

 

 

FIQH THAHARAH

Surakarta, 12 Oktober 2016

 

·           NAJIS
Hadats : keadaan tidak suci dimana kita harus bersuci darinya ketika hendak beribadah.
Hadast dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
  1. Hadast Besar, seperti junub, haid, nifas, kafir, mani
  2. Hadast Kecil. seperti keluar angin, madzi, wadi (cairan yang keluar setelah kencing), hadi (ketuban), keputihan
Sedangkan najis adalah bendanya yang ketika mengenai harus dibersihkan ketika hendak beribadah. Jika sulit dibersihkan maka ada keringanan. Kaidah :
اَلْمَشِّقَةُ تَجْلِبُ التَّيْسِرُ
"Kesulitan memperbolehkan kita mengambil kemudahan (rukhsoh)."
 Benda-benda najis antara lain :
Najis
  • Kencing, baik manusia maupun binatang
  • Kotoran, baik manusia maupun binatang
  • Darah, baik darah wanita maupun hewan sembelihan
  • Liur Anjing
  • Muntah, baik manusia maupun binatang
  • Mani, wadi, hadi (ketuban), madzi (terangsang), keputihan
 Najis dan Juga Haram :
  • Daging babi, daging anjing Q. S 6:45
  • Bangkai binatang darat kecuali belalang
  • Sesaji
  • Daging yang dipotong dari binatang yang masih hidup
  • Makanan dan minuman yang memabukkan (5:90)
  • Darah
  • Binatang Jalalah (binatang yang memakan kotoran, jika ingin menjadi halal harus dikurung dulu [HR. An Nasai dan Abu Dawud]; [HR. Bukhari Muslim])
Bangkai binatang yang tidak mempunyai darah mengalir seperti semut, lebah dll adalah suci. Binatang mati yang tidak dikategorikan bangkai:
1. Ikan dan belalang dan darah hati dan limpa (HR. Ahmad, Fiqh Sunnah hal. 20)
2. Bangkai binatang yang tidak mempunyai darah mengalir seperti semut, lebah dan belalang.
“Rasulullah bersabda : binatang ternak yang dipatahkan lehernya atau dipotong dalam keadaan masih hidup maka ia termasuk bangkai.” [HR. Abu Dawud/Fiqh Sunnah jilid ]
Ketentuan :
·           Kencing bayi laki-laki yang masih minum asi cukup dengan dipercikan air (Fiqh Sunnah hal 23 jilid 1)
·           Madzi : cairan putih bergetah karena terangsang.baik laki-laki maupun wanita bisa mengeluarkan madzi. Kalau mengenai pakaian cukup dipercikan air sedangkan kalau mengenai badan dicuci (HR. Bukhari)
·           Mani : Sebagian ulama berpendapat suci. Disunahkan mencuci ketika masih basah.kalau sudah kering di lap pakai kain atau daun.
·           Berhala dan orang kafir termasuk najis ma’nawi : kalau disentuh tidak menyebabkan kita bernajis.
·           Anjing : dicuci 7 x salah satunya (yang pertama) dengan tanah (HR. Muslim, Ahmad, Abu dawud, Bukhari FS Hal. 28 Jilid 1)
Darah wanita dibagi menjadi :
1.    Haid
2.    Nifas
3.    Istihadhah
 
·           HAID
Adalah darah yang mengalir dari rahim seorang wanita melalui vagina sedang dia dalam keadaan / kondisi sehat/tidak ada sebab melahirkan kecuali pecahnya selaput dara.
Masa : dari 9 tahun sampai menopause.
Sebelum 9 tahun bukan termasuk haid.
Menopause terjadi pada usia :
Ø Menurut imam Hambali dan Imam Maliki Menopause terjadi saat usia 58 tahun.
Ø Menurut imam Hanafi 55 tahun
Ø menurut imam syafii 62 tahun
Faktor haid : pengaruh TV, Makanan (gizi), bacaan
Waktunya minimal 1 x 24 jam maksimal 15hari
Kasus I Fatimah binti Haji (sahabat) yang di panjang harinya mengeluarkan darah
Standarnya sudah tahu :
ü Baligh
ü Mumayiz
ü Mukalaf
Ketentuan:
§   Dilarang berjimak
§   Dilarang sholat dan tidak wajib mengganti
§   Dilarang puasa dan wajib mengganti puasa untuk puasa ramadhan
§   Dilarang menyentuh mushaf Kecuali Kecuali darurat
Q. S. Al Waqi’ah   Kalau malaikat semua suci
§   Dilarang i’tikaf : berdiam diri di masjid dengan maksud ibadah
§   Dilarang thawaf di ka’bah (thawaf kedudukannya sama dengan shalat)
§   Suami tidak boleh menjatuhkan talak / cerai
Contoh : Ibnu Umar menceraikan istrinya saat haid / haram
Ditunggu suci nya 3 x kalau sudah terlanjur
§   Sesudah selesai wajib mandi besar
 
·         NIFAS
Adalah darah yang keluar dari rahimwanita melalui vagina baik sebelum / saat / sesudah melahirkan
Umumnya ulama : maks 40hari
Ada juga yang berpendapat sampai 60 hari
Ketentuan sama seperti haid
Darah yang keluar saat wanita hamil :
1.      Hanafi : Istihadhah/pendapat yang lebih kuat. “Tanda kehamilan berhentinya darah haid
2.      Maliki dan syafii : Jika setiap bulannya tidak lebih dari 15 hari berarti darah haid / keluar putih
BAYI KEMBAR
Nifas dimulai setelah bayi ke 2
Darah yang keluar sebelum bayi ke 2 adalah darah haid
Setelah 40 hari harus bersuci
Malik: jika jarak kelahiran antara bayi ke 1 dn ke 2 lebih dari 60 hari maka nifasnya sendiri sendiri
Jika kurang dari 60 hari maka nifasnya dimulai dari kelahiran bayi ke 1
 
·           ISTIHADHOH
Adalah Darah yang keluar dari bawah rahim melalui vagina tapi bukan karena haid /melahirkan
Warna : merah cerah dan tidak berbau
Kasus II Ada seorang wanita 1 bulan haid 2 x
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Haid
Suci
Haid
Suci
 
a.    5 Hari : tidak boleh lebih dari 10 hari / belum selesai harus sholat
b.    7 Hari : tidak boleh lebih dari 8 hari  / meskipun belum selesai harus sholat
Sifat : Beda dengan darah yang lainnya
§   Panas
§   Merah kehitam hitaman
§   Berbau tidak sedap
Warna
§   Kuning
§   keruh/Abu-abu
§   Coklat
§   Hitam
§   Merah
§   Hijau
(Hasil survey ulama)
Contoh :
ü Darah yang keluar sebelum 9 tahun
ü Darah yang keluar ketika kelelahan
ü Haid yang lebih dari 15 hari
ü Nifas yang lebih dari 40 hari atau 60 hari (jamhur)
ü Lebih dari haid yang biasanya
ü Darah wanita yang hamil
ü Darah yang keluar saat sobeknya selaput dara/ keperawanan
Ketentuan :
  • Tetap wajib sholat. Setiap mau sholat wajib wudhu
  • Tidak boleh wudhu sebelum masuk waktu sholat.
  • Tetap wajib puasa dan sholat
  • Tidak wajib mandi ketika sudah selesai

 

  • Tidak boleh berhubungan suami-Istri karena bisa menyebabkan kanker

 

Ditulis oleh : Penulis Arminareka Solo dengan referensi acuan Fiqh Thaharah.

 

 

 Aturan Biaya Visa Baru Arab Saudi Berlaku Mulai Ahad Kemarin 

 

Dirjen Paspor Arab Saudi akan mulai memberlakukan biaya visa baru mulai Ahad (2/10). Aturan ini merupakan perubahan amandemen terkait inisiatif pendapatan nonminyak oleh Departemen Perencanaan Keuangan dan Ekonomi.  Rancangan ini telah masuk dalam dekrit kerajaan. Amandemen juga telah disetujui oleh Dewan Menteri. Peraturan yang berlaku sejak hari pertama tahun baru Hijriah ini, mengatur pembuatan visa atau perubahan visa dilakukan melalui sistem online dengan pembayaran dilakukan lewat ke bank lokal yang sudah ditunjuk. “Struktur biaya revisi visa yang ditanggung ekspatriat lebih mahal,” kata pihak Direktorat General Paspor Arab Saudi seperti dikutip Saudigazete, Senin (3/10).


Berdasarkan rapat kabinet memutuskan, pihak kerjaan akan memungut biaya secara berkala kepada pemegang visa yang menetap di Arab Saudi sebesar 200 Riyal atau (setara Rp 693 ribu). Sementara biaya untuk perjalanan tunggal untuk jangka waktu dua bulan sebesar 100 Riyal atau setara Rp 346 ribu.

“Ada biaya tambahan untuk beberapa perjalanan sebesar 500 Riya (setara Rp 1,7 juta) selama tiga bulan. Dan 200 Riyal  (setara Rp 693 ribu) akan diminta biaya tambahan setiap bulannya sampai masa berlaku habis,” katanya.

Peraturan baru itu juga memberlakukan bagi jamaah haji dan umrah pertama tidak dikenakan biaya. Akan tetapi, jamah haji dan umrah kedua akan dikenakan biaya sebesar 2.000 Riyal (setara Rp 6 juta). Sementara pihak asing yang mengunjungi tempat-tempat liburan di Arab Saudi selama enam bulan akan dikenakan sebesar 3,000 Riyal (setara Rp 10 juta), 5.000 Riyal atau (setara Rp 17 juta) untuk jangka waktu satu tahun, 8.000 Riyal atau setara Rp 20 juta untuk jangka waktu dua tahun.

“Biaya visa transit telah diperbaiki sebesar 300 Riyal (setara Rp 993 ribu) dan biaya visa keluar bagi siapa saja meninggalkan Kerajaan melalui pelabuhan laut akan dikenakan 50 riyal atau setara  Rp 173.300.

 

Sumber : Republika ditulis ulang dan diedit oleh penulis Armina Solo

 

 

 

Arminareka Solo

Pilihan Bahasa